Antrian Kendaraan Saat Mengisi BBM Sangat Mengganggu Arus Lalu Lintas, Sehingga Harus Mengantisipasi Pengisian BBM

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Ingin mudik dengan lancar tanpa macet, termasuk antrian dan kemacetan di area SPBU, perlu triks tersendiri. Oleh karena itu, kita harus tahu cara menghindari kemacetan. SPBU menjadi titik kemacetan baru selaian rest area selama mudik Lebaran.

“Bahkan mungkin mencegah kemacetan dengan memulai dari diri kita sendiri. Salah satu cara itu ialah dengan mengisi BBM kendaraan secara penuh, sebelum berangkat. Karena jika tangki BBM kendaraan penuh, kamu tak sering-sering ke SPBU,”

Cara ini cukup efektif menghindari antrean panjang di SPBU, agar tak terjadi penumpukan kendaraan yang mengisi bersamaan, sehingga kemacetan bisa terhindarkan.

Manfaat kedua, lanjut dia, buat kamu yang mengisi BBM secara penuh adalah, mengantisipasi kendaraanmu mogok karena kehabisan BBM. Kita tak bisa memprediksi kondisi jalan nanti, apakah macet atau lancar.

“Dampak ikutannya, kamu juga tak bisa memprediksi secara akurat kapan waktu buat tiba di SPBU terdekat. Apalagi jika perjalanan mudikmu panjang,” katanya lagi mengingatkan.

Mengantisipasi anrean di SPBU akan lebih baik dan aman, jika semua direncanakan sejak awal. Jangan sampai kamu menajdi korban berikutnya terjebal anrean panjang di SPBU. Sementara, perjalanan masih jauh.

Kontrol Pos Pam, Kadishub Banjar Cek Personel Pengamanan

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Kadishub Kabupaten Banjar Drs. H. M. Aidil Basith, M.AP lakukan kunjungan k epos-pos pengamanan lebaran 2019, dalam kunjungan ini yaitu untuk mengontrol pos-pos pengamanan dalam kesiapan untuk melakukan pengamanan arus mudik dan arus balik mudik lebaran ini.

Kadishub Banjar mengatakan jajaran Dishub Banjar dan juga Polres Banjar telah siap dalam melakukan pengamanan mudik lebaran kali ini. Mereka sudah menggelar Personil dan Pos Pengamanan di sejumlah titik pengamanan. Terdapat beberapa Pos pengamanan, satu pos terpadu, satu pos pelayanan dan pos yang lainnya yaitu pos pantau arus mudik lebaran 2019.

Setiap titik menggelaran pos pengamanan terdapat personil Polri, Tni, Sat pol PP, dishub, PMI, Banser dan mitra masyarakat, senkom, rapi dan adik-adik saka bhayangkara serta PKS Sat Lantas Polres Banjar.

 “Kekuatan personil di setiap pos pengamanan ini untuk menjaga dan menjamin kenyamanan serta keselamatan bagi masyarakat yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 2019. Kami himbau kepada masyarakat agar berhati-hati kalau mudik. Utamakan keselamatan dijalan dan tetep taati peraturan lalu lintas. Ingat keluarga anda menunggu dirumah!.” Himbau Kadishub Banjar

Seorang Pengemudi Harus Mengetahui Kapan Harus Memacu Kendaraan Dengan Kecepatan Tinggi atau Melambat Sesuai UU No.22/2009

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – UU No.22/2009 tentang Lau Lintas dan Angkutan jalan (LLAJ) sudah mengatur secara rinci semua terkait lalu lintas di jalan.

apa syarat dan ketentuan yang harus dimiliki seorang pramudi atau pengendaraan mobil atau sepeda motor. Dengan begitu, diharapkan bisa terwujud tertib berlalu lintas dengan tingkat keselamatan dan keamanan yang tinggi.

Selain itu, kapan mereka harus melaju dengan kecepatan tinggi, misalnya di ruas tol dibatas minimal 60 km/ jam dan maksimal 100 km/ jam.

Pada kesempatan berbeda, pengendara kendaraan juga harus memperlambat laju kendaraannya, seperti menjelang traffic light atau lampu merah.

Data Korp Lantas Polri menyebutkan, lebih dari 30.000 korban meninggal dunia di jalan raya setiap tahun. Dari jumlah tersebut, kebanyakan adaah oran-orang usia produktif antara 20-40 tahun.

Dan satu hal yang perlu diperhatikan bersama, setiap kecelakaan lalu lintas termasuk yang masuk ketegori mempunyai vatalitas tinggi biasanya diawali dengan adanya pelanggaran lalu lintas.

Ragam pelanggaran itu sangat banyak, seperti menerobos lampu merah, memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi sampai karena kondisi kendaraan tidak laik serta kondisi jalan atau georgrafis yang tidak baik sehingga memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Siapakan 45 Unit Mobil Angkutan Pemprov Kalsel Layani Angkutan Mudik Gratis Lebaran Untuk Masyarakat Kalsel

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Pemprov Kalsel sudah menyiapkan 45 angkutan mudik gratis lebaran bagi masyarakat yang ingin merayakan Hari Raya Idul fitri di kampung halaman.

Angkutan mudik gratis lebaran ini merupakan inisiatif dari Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor yang ingin meringankan beban masyarakat kurang mampu. Juga salah satu untuk mengurangi angka kecelakaan.

Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Abdul Haris kepada pers usai Rapat Koordinasi (Rakor) Angkutan Lebaran Terpadu Provinsi Kalsel 2019, di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (27/5/2019).

“Bagi pengguna roda 2 yang melebihi kapasitas membawa penumpangnya saat mudik lebaran agar dapat memanfaatkan angkutan gratis lebaran tersebut,” kata Abdul Haris di Banjarmasin.

Selama berlangsungnya mudik lebaran, ia menghimbau kepada instansi terkait untuk bisa berkoordinasi dengan baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Rusdiansyah mengatakan sekarang ini sudah ada 650 orang yang mendaftar angkutan mudik gratis lebaran.

“Angkutan mudik gratis ini bagi pengguna roda 2 saja karena pengguna roda 2 tidak bisa menempuh perjalanan jarak jauh” ujarnya.

Sejauh ini, untuk lebaran di tahun 2019 ini akan ada pergeseran penggunaan moda arus mudik dari udara ke laut, hal ini disebabkan karena masih mahalnya harga tiket pesawat.

Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “KETUPAT INTAN – 2019”

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar beserja pasukannya menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “KETUPAT INTAN – 2019” yang dilaksanakan pada hari Selasa (29/05/2019) di halaman Mapolres Banjar. Apel Gelar Pasukan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Banjar Takdir Mattanete, SH, S.I.K, MH bersama Dandim 1006 Martapura Letkol Arm. Siswa Budiarto.

Apel ini melibatkan semua unsur baik TNI , POLRI maupun unsur lainnya di Pemerintah Daerah hingga instansi terkait lainnya, adapun tema yang diangkat “Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Intan 2019 Kita Tingkatkan Sinergitas Polri Dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman Pada Perayaan Idul Fitri 1440 H”.

Pelaksanaan Operasi Ketupat – 2019 dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia selama 13 hari terhitung dari tanggal 29 Mei s/d 10 Juni 2019. Nantinya akan didirikan pos-pos pengamanan yang diisi oleh anggota dan juga melibatkan tenaga medis.

Sebelumnya dalam sambutan Kapolri yang dibacakan oleh Kapolres Banjar mengatakan
Operasi Ketupat Tahun 2019, yang akan digelar selama 13 hari, dari Rabu (29/5/2019) dinihari sampai Senin (10/6/2019) memiliki karakteristik yang khas dibandingkan dengan operasi di tahun-tahun sebelumnya karena dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan tahapan Pemilu Tahun2019.

Hal tersebut membuat potensi kerawanan yang akan dihadapi dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat Tahun 2019 semakin kompleks, sasarannya yang pertama Operasi Ketupat adalah pengamanan orang yang mudik, orang yang berbelanja, orang yang berekreasi, orang yang sembahyang. Pengamanan ini juga dimaksudkan untuk mengurai titik kemacetan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas. Kemudian, stabilisasi harga pangan.

Tingkatkan Keselamatan Saat Mudik Lebaran BPTD Wilayah XV Kalsel Bersama Tim Penguji Kendaara Bermotor Gelar Rampcheck Angkutan Umum

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Sejak tanggal 22 Mei 2019 kemaren, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XV Kalimantan Selatan Bersama Satlantas Polres Banjar serta Tim Penguji Kendaraan Bermotor Dishub Kab. Banjar menggelar rampcheck (inspeksi keselamatan) pada sejumlah AKAP di Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

Bekerjasama dengan sejumlah instansi dan lembaga, mereka memeriksa puluhan armada khususnya bus yang ada di Terminal KM 6 Banjarmasin dan penyedia AKAP di Banjarmasin serta Kabupaten Banjar.

Dari Hasil Pemerikasaan terakhir kemarin, setidaknya ada 60 unit bus yang dinyatakan tidak lolos dalam rampcheck tersebut.

Disampaikan oleh Kasi Sarana dan Prasarana BPTD Wilayah XV Kalsel, Supriyanto menerangkan, ada 98 unit bus yang dilakukan pemeriksaan, baik fisik maupun administrasi. 38 di antaranya dinyatakan lolos, karena memenuhi persyaratan.

Pihaknya pun juga menempelkan stiker laik jalan pada armada yang sudah dinyatakan lolos dalam rampcheck tersebut.

“Target awal kami untuk rampcheck sejumlah 90 unit, dari lebih 150 unit AKAP yang terdaftar. Ternyata setelah diperiksa, ada 98 unit bus yang operational,” jelas Supriyanto.

Ia menerangkan, sejumlah AKAP yang dinyatakan tidak lolos rupanya karena kelengkapan administrasinya yang kurang. Dari KIR yang habis masa berlaku, serta izin trayek yang tidak diperpanjang, SIM mati, bahkan tidak bisa memperlihatkan STNK.

Selain itu ada pula kendala tekhnis lainnya, yakni rem yang bermasalah, kondisi lampu yang sudah tidak memenuhi standar, serta tidak adanya APAR dan perlengkapan P3K di dalam bus tersebut.

Penyelenggaan rampcheck terhadap AKAP ujar Supriyanto ialah untuk mensosialisasikan kepada para pengguna jasa maupun pada pemilik kendaraan dan khususnya  awak armada angkutan umum tentang keselamatan dalam berkendara.

“ Jadi intinya dan rampcheck itu kami melihat secara visual kondisi kendaraan mengenai kondisi tekhnis layak atau tidaknya untuk beroperational,” ucap Supriyanto.

Mereka yang dinyatakan tidak lolos sebut Supriyanto harus mengulang kembali rampchek setelah diperiksa perelngkapan fisik yang emmangs eharusnya diganti.selain itu juga mengurus KIR, SIM dan STNK serta izin trayeknya dan kartu pengawasan.

Selain mengimbau kepada pengemudi mengenai kelengkapan angkutan, Supriyanto juga menyarankan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih angkutan saat mudik.

Jelasnya, pihak BPTD Wilayah XV Kalsel sudah memberikan stiker laik jalan pada setiap bus yang lolos uji. Stiker itu bisa terlihat di bagian kaca depan bus. Sehingga pengguna jasa angkutan bisa memilih armada yang dinaiki untuk keamanannya.

“Stiker itu bisa dijadikan semacam pertimbangan  oleh penumpang untuk dapat memilih kendataan yang sudah memenuhi unsur standar keselamatan,” tutupnya.

Dishub Kabupaten Banjar Terjunkan Puluhan Personel untuk Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2019

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Kawasan Kabupaten Banjar bakal menjadi lintasan arus mudik dan arus balik pada lebaran 2019.

Untuk itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar menyiapkan puluhan personil untuk ikut memantau arus lalu lintas baik arus mudik maupun arus balik lebaran 2019.

“Kita sudah ada melakukan koordinasi dengan Polres Banjar terkait dengan persiapan dan pengamanan arus lalu lintas jelang lebaran dan pasca lebaran 2019,” kata Kadishub Banjar

Pihaknya bahkan menyiapkan sekitar 30 personil yang akan ikut menjaga di sejumlah titik bersama dengan aparat kepolisian, TNI serata Instansi terkaitlainnya di wilayah Kabupaten Banjar.

Selain stay di pos-pos yang sudah ditentukan, personil kita juga ada yang mobile untuk memantau titik titik yang rawan kemacetan.

“Mulai besok, Rabu, (29/5) hingga 10 Juni mendatang personil kita sudah mulai aktif ikut pengamanan jalur mudik lebaran 2019,” lanjutnya.

Ditambahkannya bahwa untuk tiap pos pengamanan lebaran, ada ditempatkan dua sampai empat personil dari Dishub Banjar.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, puncak arus mudik biasanya terjadi H-3 dan H-2 sebelum lebaran. Untuk arus lintas di Kab. Banjar biasanya akan menunjukkan suasana yang lebih padat namun tetap lancar.

Sejumlah titik rawan yang dipantau oleh Dishub Kab. Banjar seperti jalan di Astambul, Batas Kota, Gambut, Kertak Hanyar Serta Jalan A Yani Mulai Pal 6 Sampai Pal 8.

Pihaknya juga menghimbau kepada warga Kabupaten Banjar yang akan melakukan perjalanan mudik untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan.

Selain itu, kendaraan yang akan digunakan untuk perjalanan mudik juga harus diperiksa dan dicek kelengkapannya khususnya kondisi mesinnya.

Saat perjalanan harus berhati-hati dan selalu waspada. Bila merasa lelah jangan dipaksakan mengendarai kendaraan. Lebih baik istirahat sejenak agar kondisi bisa maksimal saat berkendara

Kementerian Perhubungan RI Terbitkan Aturan Pembatasan Kendaraan Saat Arus Mudik Lebaran 2019

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Kemenhub telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2019 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2019. Kebijakan itu dalam rangka mempersiapkan Angkutan Lebaran Tahun 2019/1440 H.

Untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan, serta mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas pada beberapa ruas jalan tol dan jalan nasional pada masa angkutan lebaran Tahun 2019 maka Ditjen Hubdat melakukan pengaturan lalu lintas selama puncak arus mudik dan balik.

“Mobil barang yang dikenakan pembatasan operasional adalah mobil barang dengan sumbu 3 (tiga) atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, dan kereta gandengan; dan mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian meliputi tanah, pasir, dan/atau batu, bahan tambang, dan bahan bangunan,” jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi.

Peraturan Menteri ini bertujuan untuk melakukan pembatasan operasional terhadap mobil barang dan penutupan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

Untuk pembatasan operasional mobil barang berlaku di ruas jalan tol dan ruas jalan nasional pada tanggal 30 Mei 2019 mulai pukul 00.00 WIB sampai dengan tanggal 2 Juni 2019 pukul 24.00 WIB; dan tanggal 8 Juni 2019 mulai pukul 00.00 WIB sampai dengan tanggal 10 Juni 2019 pukul 24.00 WIB.

Lagi Nyetir Gak Boleh Telepon (LGBT)

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Jangan keasikan main handphone (HP) kalau sedang berkendara. Mimin tahu sibuk update atau buat janji. Kondisi tersebut bisa menganggu konsentrasi, bahkan membahayakan keselamatan di jalan.

“Pengemudi harus tetap fokus dan menjadikan keselamatan sebagai rioritas utama dibandingkan laiinnya,”

Sudah banyak kasus kecelakaan di jalan raya akibat pengemudi yang tidak fokus saat berkendara. Jangan tambah korban meningga sia-sia hanya karena kita tak fokus berkendara.

Setiap kendaraan juga harus dilengkapi spion. Kita harus sesekali melihat cermin (spion) dalam hidup kita. Dalam berkendara, dan melihat cermin untuk mengetahui kendaraan di belakang.

Saat berkendara, kita perlu melihat dan mengetahui kondisi sekeliling. Oleh karena itu, spion harus ada di dalam setiap kendaraan, dengan tujuan mengetahui kondisi sekitar, sekaligus meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan berkendara.

Tingkatkan Pelayanan Angleb 2019, Dishub Provinsi Kalsel Gelar Rakor Dengan Pemangku Kepentingan

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Dishub Provinsi Kalimatan Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Angkutan Lebaran (Angles) 1440 H Tahun 2019 bersama dengan stakeholders.

“Rakor Angleb 2019 ini bertujuan untuk memantapkan koordinasi antar instansi terkait, penyedia jasa maupun asosiasi yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran. Bertempat di hotel, Pada 27 Mei 2019,”

Kadishub Provinsi H. Rusdiansyah mengataka, Rakor Angleb ini dihadiri seluruh pemangku kepentingan terkait Angleb 2019 di Prov. Kalsel. Mereka itu adalah : Dinas Perhubungan Se-Kalimantan Selatan, Danlanal Banjarmasin,  KSOP, BMKG, PT. Angkasa Pura II, BPTD Wilayah XV Provinsi Kalsel, Balai Besar Jalan dan jajaran Polda Kalsel.

Tingkatkan Kerjasama, Rapat Persiapan ini mencerminkan sikap dan semangat segenap jajaran Perhubungan Darat dan para pemangku kepentingan yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan ini dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan dan pelayanan transportasi darat.

Yang pasti Prioritas Kita adalah untuk mewujudkan angkutan Lebaran 2019 yang aman, nyaman, selamat, tertib dan lancar bagi masyarakat maluku terlebih khusus kepada pemudik.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa tingginya tingkat lonjakan penumpang saat mendekati lebaran yang menyebabkan meningkatnya resiko-resiko yang tidak kita inginkan.