Gunakan Kaca Film di Kendaraan Sesuai Dengan Aturan

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Banyak sekali pengguna kendaraan pribadi seperti mobil melakukan modifikasi pada kendaraannya guna menambah kenyamanan dan estetika. Namun terkadang orang awam melakukan perubahan pada kendaraan pribadinya tanpa memperhatikan aspek keselamatan dan aturan yang berlaku di Indonesia. Sebagai contoh adalah kaca mobil yang diubah menjadi lebih gelap dari sebelumnya. Alasan penggantian kaca adalah untuk mengurangi panas dan silau dari sinar matahari saat mengemudi, kaca seperti akuarium yang terlalu terang jika dilihat dari luar sehingga dapat menyebabkan tindakan kejahatan saat berkendara terutama saat malam hari dan pengemudi adalah seorang wanita. Pemilihan kaca asalkan gelap berarti kaca itu aman dari tindak kejahatan dan sinar UV dari matahari, tak peduli juga terlihat gelap dari dalam.

Kaca film berfungsi untuk mengurangi keterangan cahaya matahari yang masuk ke dalam mobil yang membuat panas dan silau atau gangguan visibilitas penemudi. Selain mengurangi gangguan visibilitas pengemudi hal yang harus diperhatikan juga adalah Privasi merupakan hak asasi manusia. Kaca film yang baik memiliki visibilitas yang baik karena semakin gelap tingkat lapisan kaca film maka visibilitas semakin kecil. Memiliki nilai UVT (Ultaviolet Transmittance) sebesar 1% yang artinya mampu menolak sinar ultraviolet sebesar 99%. Begitu pula nilai Infra Red Reflected (IRR) pada kaca film yang semakin besar semakin bagus karena dapat menahan sinar matahari masuk ke dalam kabin tanpa harus membuat kabin panas serta dapat melindungi/ menjaga privasi saat berkendara. Serta memiliki kemampuan menolak energy matahari secara keseluruhan (TSER, Total Solar Energy Rejected) yang besar prosentasenya karena kaca akan semalin berkualitas.

Mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan no 439/u/phb-76 pada pasal 1 Ia ayat 2 disebutkan bahwa (kaca kendaraan) boleh kaca berwarna atau berlapis perwarna asal dapat tembus cahaya dengan prosentase penembusan tidak kurang dari 70 persen. Memang sekarang ada kecenderungan warga Indonesia membuat kaca film mobilnya tiga lapis, jadi lebih dari 100 persen. Itu akan diantisipasi PP-nya sudah ada. Batas dari kegelapan 40 persen hingga 60 persen yang dianjurkan. Maksudya untuk kaca depan level maksimum kadar kegelapan adalah 40% dan untuk kaca samping dan belakang diperbolehkan sebesar 60%. Ada juga yang berpatokan bahwa tingkat kegelapan kaca film depan maksimum setengah dari tingkat kegelapan kaca film samping dan belakang, misalnya jika kaca samping 60% maka kaca depan bisa memakai film dengan kegelapan 30%.

Kaca mobil yang menggunakan film terlalu gelap menyebabkan ketidaknyamanan saat berkendara terutama pada malam hari yang dirasa tidak bermasalah ketika siang hari. Karena malam hari matahari sudah tidak bersinar ditambah lagi kaca mobil dengan intensitas rendah menyebabkan jarak pandang dan penglihatan pengemudi tidak maksimal terhadap lingkungan sekitarnya. Apalagi jika cuaca hujan, lebih membahayakan. Kaca mobil yang gelap juga dapat mempengaruhi perasaan mengantuk saat mengendarai sebab ruangan mobil tertutup dan penggunaan AC (air conditioner) serta keadaan yang redup memberikan kenyamanan untuk tidur di dalam mobil. Hal ini dapat menyebabkan konflik maupun kecelakaan di jalan raya.

Dengan begitu perlu adanya pengetahuan sebelum memasang kaca film. Ini dapat mengurangi resiko negative yang dapat terjadi pada pengguna mobil. Pemilihan kualitas kaca film yang baik dan tinggi dapat memberikan kenyamanan pada saat menggunakannya serta dapat digunakan dalam jangka waktu panjang. Persentase kadar kegelapan film tidak terlalu tinggi, maksimal 40% pada kaca depan dan 80% pada kaca samping dan belakang sudah relative aman digunakan saat siang dan malam hari. Harga yang cukup mahal tidak menjadi masalah jika demi keselamatan dan kenyamanan pengguna kendaraan.

Sering Kali Salah Mengunakan Lampu Hazard Dalam Berlalu Lintas, Lampu Hazard Bukan untuk Konvoi!

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Minimnya pengetahuan dan edukasi menyebabkan tindakan salah kaprah dalam hal peraturan lalu lintas. Salah satu contohnya, sampai saat ini masih banyak pengendara khsusunya mobil yang menyalakan lampu hazard dalam kondisi yang tidak semestinya.

“Hazard paling sering dan dianggap lazim dinyalakan ketika konvoi kendaraan, padahal ini salah!”

Hazard merupakan lampu penanda yang hanya boleh dan dapat diaktifkan dalam kondisi darurat, dengan kondisi mobil dalam keadaan diam. Misalnya, mogok di jalan raya, kecelakaan, mengganti ban di pinggir jalan dan lain sebagainya. Fungsi dari penggunaan hazard sendiri sebenarnya sudah tertuang jelas dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 121 ayat 1 yang berbunyi ;

“Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan.”

“Bukan hanya undang-undang saja, di buku manual kendaraan juga sudah tertulis bahwa penggunaan lampu hazard digunakan saat mobil sedang berhenti dan bermasalah.

Isyarat lain memiliki artian sebagai pengganti salah satunya lampu dan senter. Sedangkan keadaan darurat mengartikan bahwa kendaraan dalam keadaan mogok, bukan di saat hujan lebat, lewat terowongan atau karena kabut.

Menurutnya, meski sudah mendarah daging tapi ini dianggap sebagai budaya yang salah. Sebisa mungkin harus ada edukasi, karena penyalah gunaan hazard bisa membahayakan pengguna jalan lain. “Contoh kasus saat hujan lebat, otomatis visibilitas berkendara akan berkurang, ditambah dengan mobil depan menyalakan hazard, kondisi lampu yang terus menerus menyala bisa membuat pengendara di belakang justru silau dan binggung, akibatnya tingkat risiko makin besar terjadi,”

Untuk edukasi baiknya di mulai sejak usia dini, cara mudahnya dengan mengenalkan dunia lalu lintas dalam kurikulum pelajaran. “Bila dilakukan sejak awal, pemahaman akan lalu lintas dan kesadaran masyarakt dalam berkendara akan makin tinggi, efeknya juga bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas,”

Aturan Pemasangan Kaca Spion Pada Kendaraan, Karena Kaca Sepion Bukanlah Sekedar Hiasan

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Saat ingin berbelok atau mendahului kendaraan lain, pastikan anda melihat spion terlebih dahulu. Tujuannya untuk memastikan situasi jalan aman dan tidak ada kendaraan lain di belakang anda.

Nah, seperti itu lah fungsinya kenapa kendaraan anda dilengkapi dengan spion. Supaya tidak terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Penggunaan spion diatur dalam UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan. Pada pasal 48 menyebutkan bahwa kendaraan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang salah satunya mencakup kelengkapan kendaraan.

Selanjutnya diperjelas dengan peraturan pemerintah nomor 55 tahun 2012. Pada pasal 37 menyebutkan bahwa Kaca Spion harus berjumlah dua buah atau lebih. Kemudian bahan spion dibuat dari kaca atau bahan lain yang dipasang pada posisi yang dapat memberikan pandangan ke arah samping dan belakang dengan jelas tanpa mengubah jarak dan bentuk objek yang terlihat.

Terkadang meski sudah mengetahui fungsi Spion, masih ada beberapa kendaraan yang menggunakan Spion tidak sesuai aturan. Contohnya seperti menggunakan spion hanya berjumlah satu buah. Kemudian mengubah bentuk spion. Supaya terlihat lebih keren, bentuk spion diubah menjadi lebih kecil. Padahal bentuk spion pada kendaraan sudah didesain untuk keselamatan dan kenyamanan pengendara.

Rata-rata spion kendaraan memiliki tinggi 75-80 milimeter, lebar 130-140 milimeter, dan tinggi tangkai dari grip berkisar 10-13 sentimeter. Bentuk spion pada motor didesain lebih keluar dari setang kemudi. Tujuannya supaya pandangan pengendara tidak terhalang oleh tubuh atau lengan pengendara. Sehingga pengendara bisa mudah memantau situasi jalan melalui spion.

Selain itu, mempunyai fungsi untuk melindungi setang kemudi agar tidak tersenggol oleh kendaraan lain. Karena jika setang kemudi tersenggol, maka akan dapat menganggu keseimbangan pengendara.

Kehadiran spion pada kendaraan sangatah penting. Maka dari itu, demi keselamatan bersama, mari menggunakan spion sesuai aturan

Untuk Keselamatan Anda Jangan Abaikan Kaca Spion Saat Berkendara

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Kaca spion merupakan cermin yang digunakan pada kendaraan untuk melihat kendaraan yang ada dibelakang, kanan dan kiri , dan berfungsi untuk memudahkan penglihatan saat ingin mundur atau berpindah lajur.

Kaca spion sendiri terdiri dari 3 buah yakni spion kanan, kiri dan tengah. Walau bentuknya yang kecil, namun fungsinya sangat besar dalam keselamatan yaitu untuk memudahkan penglihatan bagi pengendara dan menghindari blind spot tentunya.

Blind spot merupakan daerah yang diluar jangkuan pengawasan, karena terkadang kita menganggap tidak ada kendaraan lain disekitar mobil, padahal sebenarnya ada kendaraan lain yang cukup dekat dengan jarak mobil.

Untuk itu kita jangan mengabaikan kaca spion untuk keselamatan ada baiknya mengatur ketiga kaca spion dengan benar agar dapat menjangkau penglihatan lebih luas dan menghindari blind spot atau hal-hal yang tidak diinginkan.

  1. Pengaturan kaca spion baiknya dilakukan saat mobil dalam keadaan diam.
  2. Atur posisi duduk pengendara yang nyaman saat menyetir, hal ini bertujuan untuk memudahkan melihat spion baik kanan, kiri dan tengah.
  3. Arahkan kaca spion bagian kanan dan kiri kearah keluar tapi jangan berlebihan agar dapat menjangkau area kanan dan kiri lebih luas, dan pastikan body belakang terlihat sebagian itu bertujuan untuk memudahkan saat parkir.
  4. Kemudian untuk bagian tengah, sesuaikan dengan posisi pandang pengemudi hal ini bertujuan agar kendaraan yang ada dibelakang bisa terlihat dengan jelas oleh pengendara.
  5. Selain dengan melihat kaca spion, baiknya pengemudi juga harus menengok ke kanan dan kiri ketika ingin berpindah jalur atau belok.

Ditjen Hubdat Imbau Masyarakat Indonesia Sadar dan Peduli Pada Keselamatan Transportasi

JAKARTA – Masyarakat Indonesia diimbau untuk lebih sadar dan peduli pada keselamatan transportasi sebelum memilih kendaraan pariwisata yang baik. Dengan kepedulian yang tinggi pada keselamatan diharapkan bisa menekan vatalitas kecelakaan di jalan raya.

Demikian disampaikan Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi di Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Oleh karena itu, lanjut dia, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah menciptakan sebuah aplikasi untuk mengecek rekomendasi kendaraan pariwisata dan PO bus yang berkeselamatan.

“Aplikasi itu diciptakan guna mengecek angkutan pariwisata ini sudah tersedia di app store, sehingga masyarakat umum dapat melalukan pengecekan data perusahaan dan data kendaraan,” jelas Dirjen Budi.

Dirjen Budi menilai, selama ini banyak operator kendaraan wisata yang mengabaikan aspek keselamatan. “Dia (operator bus wisata) lebih mengutamakan profit dibanding aspek keselamatan,” kata Dirjen Budi.

Oleh karenanya, tim Ditjen Hubdat akan melakukan pengawasan ketat pun akan dilakukan saat peak season, yaitu waktu orang-orang berlibur. “Saya minta kita turun ke jalan. Saya harapkan di semua provinsi pengawasan bergerak terutama di jalan-jalan rawan,” ucapnya.

Tak hanya itu, fungsi Safety Driving Centre pun akan dimaksimalkan untuk melakukan pelatihan kepada pengemudi. “Kami harap operator dapat menyiapkan kendaraan bus nya dari awal,” tukas Dirjen Budi.

Bentuk Tim Ad Hoc

“Selain itu saya bentuk tim Ad-hoc yg komprehensif yang terdiri dari beberapa institusi untuk melihat dan mengkaji proses bisnis kendaraan wisata,” papar Dirjen Budi.

Mantan pati Polri itu mengharapkan tim yang dibentuknya ini sudah menunjukkan hasil kerja per Oktober.

Dalam acara ini hadir juga Ateng Aryono Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Angkutan Darat (Organda), Aswin A Siregar dari Korlantas Polri, dan Amos Sampetoding Direktur Operasional Jasa Raharja.

Lampu Rem Kendaraan Harus Berfungsi Dengan Baik, Bukan Sekadar Menyala & Gaya

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Faktor usia dan beban kerja membuat bohlam-bohlam lampu mobil mungkin saja putus sehingga tidak menyala. Karena itu, tiap kali servis berkala kelipatan 10.000 km, salah satu pemeriksaan yang dilakukan mekanik bengkel adalah bagian lampu-lampu. Bila sudah putus atau bahkan pancarannya mulai redup, sebaiknya ganti bohlam-bohlam lampu tersebut dengan yang baru. Termasuk, pada lampu-lampu rem.

Berhubung pengendara sulit mengetahui kondisi lampu-lampu rem ketika tengah di dalam kabin mobil, maka sebaiknya periksalah menyala atau tidaknya lampu rem sebelum mulai berkendara. Sebab, lampu rem tergolong komponen penting yang mendukung keselamatan berkendara. Lampu rem menjadi isyarat bahwa pengendara tengah menginjak pedal rem dan laju mobil akan melambat bahkan terhenti sama sekali. Di harapkan, pengendara di belakangnya juga mengantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan.

Saking pentingnya lampu rem bagi keselamatan berlalulintas, ketentuan lampu rem juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Pada pasal 26 ditegaskan bahwa

  1. Lampu rem sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf d selain Sepeda Motor, harus memenuhi persyaratan:
  • berjumlah paling sedikit 2 (dua) buah;
  • mempunyai kekuatan cahaya lebih besar dari lampu posisi belakang tetapi tidak menyilaukan bagi pengguna jalan lain; dan
  • dipasang pada sisi kiri dan kanan bagian belakang Kendaraan Bermotor dengan ketinggian tidak melebihi 1.500 (seribu lima ratus) milimeter.
  1. Dalam hal jumlah lampu rem lebih dari 2 (dua) buah, dapat ditempatkan di bagian atas belakang Kendaraan Bermotor bagian dalam atau luar.
  2. Untuk Sepeda Motor lampu rem harus dipasang paling banyak 2 (dua) buah pada bagian belakang.

Bertujuannya, tentu saja agar ketika menyala lampu rem lebih menyolok dan pengendara yang lain sigap bertindak.

Sayangnya, di jalan raya masih sering kita temukan pengendara yang mengubah-ubah lampu rem. Misalnya, bukan lagi berwarna merah tapi diganti lampu rem menjadi berwarna putih serta menyilaukan. tindakan tersebut salah dan membahayakan keselamatan. “Karena pengemudi di belakangnya silau,”

Sebagian besar, tindakan itu dilakukan karena ingin tampil beda dan bergaya. Ada juga yang mengganti lampu-lampu di belakang (sein, rem dan lampu mundur) dengan warna hitam. Tak hanya sulit membedakan lampu rem, pengubahan menjadi warna hitam biasanya juga membuat nyala lampu rem menjadi kurang terang. Yang lebih membahayakan lagi adalah tindakan yang memindah-mindahkan posisi lampu sein, rem dan lampu mundur. Akibatnya, ketika pedal rem diinjak, yang menyala adalah lampu putih. Jelas, ini berpotensi membingungkan pengendara di belakang.

Ingin Membuka Usaha Jasa Angkutan Umum, Hal-hal yang Perlu Disiapkan!!

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan berbagai angkutan umum, atau mungkin saja anda merupakan salah satu orang yang sangat mengandalkan angkutan umum untuk aktifitas sehari-hari.

Ternyata, untuk membuat suatu perusahaan umum tidak hanya sekedar yang terpenting ialah memiliki beberapa angkutan namun ada banyak persyaratan dan dokumen yang harus dilengkapi terlebih dahulu.

Untuk menyelenggarakan Angkutan Orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek hanya bisa dilakukan oleh Perusahaan Angkutan Umum dengan memperoleh izin, tidak bisa dilakukan oleh orang pribadi (perseorangan).

Perusahaan Angkutan Umum harus berbentuk badan hukum Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yakni berbentuk:

  1. Badan usaha milik negara;
  2. Badan usaha milik daerah;
  3. Perseroan terbatas; atau
  4. Koperasi

Apa kewajiban dan syarat yang harus dipenuhi Perusahaan Angkutan Umum tersebut? Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

Pada dasarnya, penyelenggaraan transportasi umum angkutan orang itu terbagi 2 (dua), yakni penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum dalam trayek yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 29 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek dan penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek (“Permenhub 32/2016”).

Sehingga para pengusaha yang ingin berinfestasi dalam dunia angkutan umum di bisa belajar pada aturan-aturan yang berlaku dan telah ditentukan tersebut.

Perbaikan Lampu Traffic Light Simpang Empat Pasar Martapura

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar melalui Seksi Fasilitas Perhubungan Darat lakukan perbaikan lampu pengatur lalu lintas di Simpang Empat Pasar Martapura yang tak berfungsi karena mengalami gangguan arus pendek listrik atau rusaknya komponen mesin pengatur lampu tersebut, Senin, 24/9/2018.

Perbaikan lampu pengatur lalu lintas berlangsung cukup lama, karena memang rumitnya banyak komponen – komponen yang harus di tes satu per-satu pada mesin pengatur lampu tersebut, tak tanggung-tanggu perbaikan tersebut berlangsung hingga selasa dini hari, (pukul 02.30 Wita).

Kegitan tersebut merupakan tanggung jawab kami karena sudah menjadi tugas kami untuk menciptaka kelancaran lalu lintas yang ada di Kabupaten Banjar, dengan adanya laporan kerusakan pasti akan kami tindak lanjuti / perbaiki.

Perawat dan perbaikan ini merupakan kegiatan rutin oleh seksi Lalu lintas Dishub Banjar. Dishub Banjar berharap masyarakat pengguna jalan ikut bekerja sama dengan petugas, apabila ditemukan rambu lalu lintas dalam kondisi tidak sempurna untuk dilaporkan kepada dinas agar segera diperbaiki. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan oleh Dishub karena dengan adanya peran masyarakat personil lapangan akan mudah memonitor beberapa kerusakan yang terjadi.

Pentingnya Peranan Rambu Lalu Lintas di Jalan, Untuk Meningkatkan Keselamatan Pengguna Jalan

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Rambu lalu lintas yaitu suatu bagian dari fasilitas jalan umum yang berupa lambang, huruf, angka, dan kalimat yang di dibuat menggunakan memakai papan dan sejenisnya yang ada di pinggir jalan.

Supaya bermanfaat setiap waktu, material untuk tiang dan papan rambu lalu lintas yaitu yang dapat memantulkan sinar atau cahaya ketika saat keadaan gelap. Dengan maksud tujuan yaitu agar pengendara yang melalui jalan bisa tetap melihat simbol rambu lalu lintas yang sudah terpasang walaupun kondisi gelap.

Fungsi Rambu Lalu Lintas

Pada intinya fungsi rambu lalu lintas adalah untuk mendukung kelancaran dan keselamatan pengendara atau pengguna jalan. Jika di spesifikasi lagi fungsi dari rambu lintas adalah sebagai berikut:

  1. Untuk memberikan informasi kondisi jalan.
  2. Memberikan informasi keadaan lalu lintas.
  3. Untuk mendukung kampanye keselamatan lalu lintas.
  4. Sarana informasi saat sedang ada perbaikan jalan.

Fungsi-fungsi di atas adalah faktor-faktor yang bisa mendukung kelancaran dan keselamatan pengendara atau pengguna jalan. Jadi, rambu lalu lintas merupakan hal yang bermanfaat bagi pengendara atau pengguna jalan.

Apabila melihat secara realita, banyak pengendara yang dengan sengaja suka melanggar rambu lalu lintas yang ada, semua itu disebabkan karena keegoisan si pengendara. Maka wajar saja apabila masih banyak terjadi kecelakaan.

Oleh sebab itu, kita sangat perlu meningkatkan kesadaran diri saat berkendara, dan taat untuk mengikuti peraturan rambu lalu lintas yang sudah ada. Supaya kita bisa paham dan tahu ketika menemui rambu-rambu seperti rambu peringatan, rambu perintah, rambu larangan dan rambu petunjuk. Maka tidak ada salahnya saat ada waktu luang kita belajar mengetahui semua tentang rambu-rambu lalu lintas dan artinya. Karena berkendara itu sangat beresiko terhadap keselamatan nyawa kita.

Perlu Diketahui Aturan Tak Wajibkan Lagi Mobil Dilengkapi Ban Serep/Ban Cadangan

JAKARTA – Pada masa lalu, setiap mobil baru yang dijual diwajibkan memiliki ban serep. Kewajiban itu bahkan diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Namun seiring perkembangan teknologi, saat ini mulai banyak produsen mobil yang tak lagi menyertakan ban serep.

Pasalnya produsen ban pun kini memgembangkan ban “run flat tyre”. RFT adalah jenis ban yang tetap bisa dipakai hingga 80 kilometer walau dalam kondisi ban bermasalah.

Guna menyesuaikan dengan perkembangan teknologi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan tak lagi mewajibkan produsen untuk menyertakan ban serep. Namun dengan syarat ban yang dipakai jenis RFT.

Direktur Sarana Perhubungan Darat Direktorat Perhubungan Darat Kemenhub Sigit Irfansyah menyebut tak lagi diwajibkannya produsen mobil menyertakan ban serep, diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. 33 Tahun 2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor Pasal 14.

“Jadi di peraturan yang baru mobil boleh tidak punya ban serep, sepanjang bannya jenis RFT. PM 33 Tahun 2018 ada untuk mengakomodasi teknologi yang ada,” kata Sigit di Jakarta, Senin (24/9/2018).

Berikut keterangan lengkap Pasal 14 Permenhub No.33 mengenai ban serep :

  1. Ban cadangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf g dan Pasal 12 ayat (1) huruf g dapat diganti dengan penggunaan teknologi pengganti fungsi ban cadangan.
  2. Pengganti fungsi ban cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. run flat tire yang dilengkapi dengan indikator tekanan ban; b. tire repair kit; atau c. teknologi lain.

Pengganti fungsi ban cadangan sebagimana dimaksud pada ayat (2) harus dilengkapi petunjuk penggunaan di jalan. (4) Kendaraan yang menggunakan pengganti fungsi ban cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat tidak dilengkapi dongkrak dan alat pembuka roda.