Sistranas Wujudkan Jaringan Transportasi Nasional Merata dan Terpadu

Pemerintah melalui visi dan misi Sistem transportasi nasional (Sistem Transportasi Nasional) jangka panjang, ingin mewujudkan jaringan transportasi bertumbuh, merata, dan terpadu di seluruh Indonesia di tahun 2030.

Menurut Peneliti Utama Kementrian Perhubungan Denny Siahaan, upaya ini dilakukan untuk meningkatkan jaringan pelayanan transportasi antarpulau, dalam pulau, dan internasional untuk memberikan aksebilitas yang mudah bagi seluruh masyarakat.

“Arah pengembangan jaringan transportasi antarpulau diantaranya mewujudkan Sabuk Utara, Tengah, dan Selatan Nusantara di transportasi penyebrangan dan menambah kapal penyebrangan,” jelas Denny

Selain itu, arah pengembangan antarpulau lainnya adalah meningkatkan jumlah sarana dan frekuensi pelayanan antarpulau baik laut mauppun udara. Jumlah pelabuhan singgah dan frekuensi pelayaran kargo domestik antarpulau-pulau besar juga ditingkatkan, begitu juga dengan peningkatan penerbangan kargo.

Penyebrangan, laut, dan penerbangan menjadi misi yang penting untuk diwujudkan mengingat wilayah di Indonesia yang lebih banyak kepulauan dan lautan sehingga akan lebih memudahkan untuk konektivitas bila ini terus dikembangkan.

Menurut Denny, khusus untuk keterpaduan jaringan transportasi penyebrangan, targetnya tidak hanya sekadar dalam negeri aja, namun juga diarahkan agar dapat menghubungkan Pulau Sumatera dengan Malaysia, Singapura, Thailand, dan Pulau Sulawesi terhubung ke Filipina.

“Sedangkan untuk keterpaduan jaringan transportasi laut nasional 2030, adalah terwujdunya peningkatan jumlah kapal dan frekuensi pelayanan kapal antarpulau dan meningkatkan jumlah kapal dan trayek tetap dan teratur serta penambahan kapasitas dan produktifitas pelabuhan utama dan pengumpul,” urai Denny.

Pada penerbangan, menurut Denny untuk jangka panjang hingga 2030, arah pengembangan bandara adalah pada pemantapan fungsi bandar udara pengumpul primer sembilan bandara, bandara sekunder 15, dan 21 bandara pengumpul tersier. Pemerintah juga menerapkan kebijakan jangka panjang yakni 14 bandar udara sebagai hub kargo sebagai bagian dari pengembangan bandara kargo.

Pada Era Teknologi Digital, Pengembangan Transportasi Darat Bergatung Pada Penggunaan Iptek

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Perkembangan teknologi di bidang transportasi darat sangatlah cepat pada era digital sekarang ini, sehingga harus diimbangi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) Perhubungan yang Profesional dan handal untuk menjawab perkembangan tersebut.

Pembangunan pada bidang transportasi di Negara-negara maju, sangatlah bergantung pada SDM yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Kunci dari pembangunan yang berkembang pada bidang transportasi tergantung pada penguasaan ilmu dan teknologi (Iptek).

Pada perkembangannya Iptek ini akan menjadi motor penggerak industrialisasi. Industrialisasi memang dianggap sebagai pintu utama kemajuan perekonomian Nasional Indonesia, dijelaskan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM Perhubungan), Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc dalam sambutan acara Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Akademik Tahun 2018 pada hari Senin, (27/08/2018) bertempat di Auditorium Giri suseno Hadihardjono.

SDM Perhubungan yang dihasilkan harus dapat memenuhi semua kriteria yang di butuhkan untuk mengimbangi perkembangan Iptek, itu adalah satu modal dasar sebagai SDM Perhubungan yang Handal dan berkompeten.

Kebutuhan transportasi masyarakat yang terus berkembang mengikuti perkembangan Ilmu dan Teknologi sebenarnya harus selalu dipenuhi oleh Pemerintah dengan pemanfaatan SDM Perhubungan yang berkompeten.

Fasilitas transportasi juga seharusnya dipenuhi demi menunjangnya infrastruktur pelayanan transportasi yang dibutuhkan oleh mayasrakat luas yang dapat memberikan keamanan, kenyamanan serta ketepatan waktu serta berbasis pada Iptek sehingga masyarakat diberikan kemudahan dalam beraktifitas sehari-hari.

Delapan Langkah Dipersiapkan BPSDM Perhubungan Untuk Mendapatkan SDM Perhubungan Yang Profesional di Era Digital

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID, Bekasi – Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Akademik Tahun 2018 digelar Sekolah Tinggi Transportasi Darat pada hari Senin, (27/08/2018) bertempat di Auditorium Giri suseno Hadihardjono. Dengan jumlah Taruna yang telah selesai melaksanakan studinya yaitu sebanyak 342 Taruna.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Ir Umiyatun Hayati Triastuti, M.Sc., hadir dan memberikan sambutan ilmiah di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Dalam sambutan ilmiahnya, Umi Hayati menyampaikan materi mengenai Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Perhubungan Darat di Era Teknologi Digital. Dan juga dalam pembentukan SDM Perhubungan yang Profesional dan Handal untuk memenuhi kebutuhan SDM Perhubungan pada era teknologi digital serta memiliki daya saing yang kuat dalam dunia kerja baik pada pasar lokal maupun pasar global.

Kepala BPSDM Perhubungan mengungkapkan bahwa telah mempersiapkan delapan langkah kebijakan dalam pembinaan dan pengembangan kemampuan SDM Perhubungan. Dituturkan delapan langkah tersebut yaitu :

  1. Memiliki pengetahuan dan kemampuan pengembangan dan pemanfaatan Big Data pada bidang transportasi melalui pengembangan Sistem Informasi Dan Manajemen SDM Transportasi;
  2. penerapan pembelajaran jarak jauh berbasis elektronik (E-learning);
  3. peningkatan mutu pendidikan seperti peningkatan porsi dana pendidikan, perombakan kurikulum, peningkatan kesejahteraan dosen, pemenuhan alat-alat laboratorium dan perpustakaan, dan kerja sama dengan negara lain secara intensif;
  4. penguasaan bahasa asing khusunya bahasa Inggris.
  5. penguasaan teknologi informasi (TI)
  6. penyempurnaan kurikulum yang mampu mengakomodir tiga literasi baru yaitu literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia;
  7. perbaikan perencanaan dan evaluasi tenaga kerja; dan
  8. pemanfaatan pasar kerja di luar negeri.

“Dengan delapan langkah pembinaan dan pengembangan kemampuan SDM perhubungan darat dalam era teknologi digital tersebut, diharapkan SDM perhubungan darat mempunyai daya saing yang kuat dalam dunia kerja baik pada pasar lokal maupun pasar global.” ungkap Hayati

Dalam arahannya tersebut, Kepala BPSDM Perhubungan menjelaskan bahwa pada era teknologi digital sekarang ini yang masuk di dalam Revolusi Industri 4.0, pemanfaatan teknologi Internet menjadi hal yang penting bahkan telah masuk ke dalam aktivitas manusia.

“Pada saat ini hampir semua aktivitas manusia membutuhkan dukungan internet dan dunia digital sebagai alat untuk berinteraksi dan melakukan transaksi.”

“Kita mengenal aktivitas sharing economy, cloud collaborative, smart manufacturing, market place, smart city, on-line health service, e-government, e-education, dan lain-lainnya. Perekonomian dunia menghadapi era yang disebut dengan era revolusi industri 4.0 atau revolusi digital,”

PENGUASAAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI, KUNCI UTAMA PEMBANGUNAN TRANSPORTASI

Bekasi – Sekolah Tinggi Transportasi Darat menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Akademik Tahun 2018 pada hari Senin, 27 Agustus 2018 di Auditorium Giri Suseno Hadihardjono. Tahun ini sebanyak 342 taruna berhasil menyelesaikan studinya di Sekolah Tinggi Transportasi Darat.

Acara diawali dengan penampilan tarian Zapin Melayu yang dibawakan oleh taruni STTD dilanjutkan dengan masuknya senat ke ruangan. Suharto, selaku Ketua Senat sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Transportasi Darat, membuka jalannya sidang senat terbuka. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Umi Hayati, hadir dan memberikan sambutan ilmiah di hadapan para wisudawan dan tamu undangan. Turut hadir pula Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat, Popik Montanasyah. Tampak beberapa kepala Unit Pelaksana Teknis Darat antara lain Direktur Pendidikan Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, Direktur Akademi Pekeretaapian Indonesia (API) Madiun, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Bali dan Palembang. Beberapa tamu undangan lain yang turut menyaksikan jalannya acara antara lain Kepala BKD Kabupaten Pati dan Ponorogo, Direktur Utama Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD), wakil dari Direktur Perusahaan Umum DAMRI, dan Direktur PO. Sinar Jaya.

Dalam sambutan ilmiahnya, Umi Hayati menyampaikan materi mengenai Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Perhubungan Darat di Era Teknologi Digital. Dia berujar bahwa kemampuan di bidang teknologi sangat vital di masa depan. “ Pada saat ini hampir semua aktifitas manusia membutuhkan dukungan internet dan dunia digital sebagai salah satu alat untuk berinteraksi dan melakukan transaksi. Kita melakukan aktifitas-aktifitas seperti sharing economy, world transaksi, smart manufacturing, market place, smart city, smart mobility, e-government, e-education, atau di berbagai bidang lainnya. Perekonomian dunia menghadapi era yang disebut dengan era revolusi digital. Di bidang transportasi kita juga menyaksikan berbagai kecerdasan buatan ada di sekitar kita seperti mobil teknologi otonom atau self driving, drone atau pesawat tanpa awak, serta berbagai perangkat lunak lainnya,” paparnya. Pembangunan manusia, lanjutnya, pada hakekatnya adalah pembangunan manusia seutuhnya. Dengan kata lain jika pembangunan faktor manusia tidak bisa mengikuti kemajuan teknologi, maka ketidakseimbangan itu bisa bisa menyeret manusia kepada krisis moral atau dapat mereduksi eksistensi manusia itu sendiri. Pembangunan transportasi seperti yang terjadi di negara maju kuncinya adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Salah satu rangkaian dari acara ini adalah penyerahan kembali taruna Pola Pembibitan secara simbolik dari STTD kepada Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pati. Penyerahan taruna Pola Pembibitan juga dilakukan kepada tiga perusahaan operator yaitu Perum PPD, Perum DAMRI, dan PO. Sinar Jaya.  Dilaksanakan pula penyerahan simbolik sertifikat kompetensi Analisis Dampak Lalu Lintas dan Sertifikat Penguji Berkala Kendaraan Bermotor secara simbolik oleh Dirjen Perhubungan Darat yang diwakili oleh DIrektur Lalu Lintas Ditjen Perhubungan Darat, Pandu Yunianto.

Pada wisuda kali ini jumlah lulusan dari Program Diploma IV Transportasi Darat sebanyak 84 orang, Program Diploma III LLAJ sebanyak 91 orang, Program Diploma LLAJ Khusus Angkutan Umum sebanyak 69 orang, Diploma III Perkeretaapian sebanyak 47 orang, dan Program Diploma II PKB sebanyak 51 orang. Pesan dan kesan dari para wisudawan diwakili oleh Sherly Nandya Putri, yang merupakan lulusan terbaik dari Program Diploma IV Transportasi Darat, dengan Indeks Prestasi 3,83.

Dalam acara tersebut para taruna STTD menunjukkan kemampuannya yang sangat memukau di bidang seni. Selain menampilkan tarian Zapin Melayu, mereka juga menghibur para tamu undangan dengan sajian seni lainnya seperti paduan suara, penampilan kulintang, angklung, serta brassband. (Rhm)

Persyaratan Pemberian Izin Angkutan Pariwisata (Bersertifikasi ISO 9001: 2008)

Dasar Hukum :

  1. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan;
  4. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Umum.

Persyaratan :

1)Persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh izin usaha angkutan :

  • Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
  • Memiliki Akta Pendirian Perusahaan bagi pemohon yang berbentuk badan usaha, akta pendirian koperasi bagi pemohon berbentuk koperasi dan tanda kependudukan untuk pemohon perorangan;
  • Memiliki Surat Keterangan Domisili Perusahaan;
  • Memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU);
  • Pernyataan kesanggupan untuk memiliki atau menguasai 5 (lima) kendaraan bermotor untuk pemohon yang berdomisili di Pulau Jawa, Sumatera dan Bali;
  • Pernyataan kesanggupan untuk menyediakan fasilitas penyimpanan kendaraan.

2)Persyaratan Administratif

  • Memiliki surat Izin usaha angkutan;
  • Menandatangani surat persyaratan kesanggupan untuk memenuhi seluruh kewajiban sebagai pemegang Izin trayek;
  • Memiliki atau menguasai kendaraan laik jalan, yang dibuktikan dengan fotokopi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sesuai domisili perusahaan dan fotokopi Buku Uji Kendaraan;
  • Menguasai fasilitas penyimpanan/ pool kendaraan bermotor yang dibuktikan dengan gambar lokasi dan bangunan serta surat keterangan mengenai kepemilikan dan penguasaan;
  • Memiliki atau bekerjasama dengan pihak lain yang mampu menyediakan fasilitas pemeliharaaan kendaraan bermotor sehingga dapat merawat kendaraannya untuk tetap dalam kondisi laik jalan;
  • Surat keterangan kondisi usaha seperti permodalan dan sumber daya manusia;
  • Surat keterangan komitmen usaha seperti jenis pelayanan yang akan dilaksanakan dan standar pelayanan yang diterapkan;
  • Surat pertimbangan dari Gubernur, dalam hal ini Dinas Provinsi atau Dinas Kabupaten/ Kota yang membidangi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

3)Persyaratan Teknis

  • Pada trayek yang dimohon masih dimungkinkan untuk penambahan jumlah kendaraan;
  • Prioritas diberikan bagi perusahaan angkutan yang mampu memberikan pelayanan angkutan terbaik.

Pengajuan Permohonan :

1)Permohonan izin usaha angkutan diajukan kepada :

  • Bupati atau Walikota sesuai domisili perusahaan, baik untuk kantor pusat maupun kantor cabang;
  • Gubernur Daerah Khusus Ibu kota Jakarta untuk pemohon yang berdomisili di Daerah Khusus Ibu kota Jakarta.

2)Permohonan izin operasi diajukan kepada :

Direktur Jenderal Perhubungan Darat yang dilengkapi dengan pertimbangan dari Gubernur dalam hal ini Dinas Perhubungan LLAJ Provinsi untuk angkutan Pariwisata.

Penyelesaian Permohonan :

Pemberian Izin operasi dan Izin usaha diberitahukan atau ditolak setelah memperhatikan pertimbangan selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari kerja setelah permohonan diterima lengkap. Perusahaan yang telah mendapat Izin operasi diberikan kartu Pengawasan bagi setiap kendaraan yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat.

Masa Berlaku Izin :

Izin operasi berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.

Hormati Pejalan Kaki, Prioritas Utama Berlalu Lintas Adalah Pejalan Kaki

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) sudah mengatur perihal pejalan kaki. Sesuai Undang – Undang jika mereka harus berjalan di trotoar atau pedestrian. Jika akan menyeberang juga di tempat yang sudah ditentukan atau zebracross atau bagian jalan yang  diberi garis putih.

Apabila Jika sudah dibangun jembatan penyeberangan orang (JPO), maka masyarakat di wajibkan melewati JPO tersebut, bukan menyeberang di sembarang tempat.

(pengendara motor atau mobil) “memberi kesempatan para pejalan kaki untuk menyeberang, dengan berhenti pada batas yang telah ditentukan adalah tindakan bijak agar jalan raya tetap ramah dan aman bagi semua penggunanya.”

Tindakan tersebut harus menjadi budaya yang merupakan bentuk kepatuhan pada  Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ).

Masalah pejalan kaki sudah diatur dengan jelas dalam pasal 131 dan 284, Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ)  yang mengatur Hak keselamatan pejalan kaki.

Pasal  131

(1) Pejalan Kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain.

(2) Pejalan Kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang Jalan di tempat penyeberangan.

(3) Dalam hal belum tersedia fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pejalan Kaki berhak menyeberang di tempat yang dipilih dengan memperhatikan keselamatan dirinya.

Pasal 284

Setiap orang yang mengemudikan  Kendaraan Bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Pentingnya Keselamatan Angkutan Barang Di Jalan, Ketentuan Ukuran Dimensi Bak Kendaraan Angkutan Barang

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Dalam upaya memastikan keselamatan dan kemanan lalu lintas tidak terkecuali terhadap kendaraan barang, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat keluarkan ketentuan baru yang mengatur mengenai bak kendaraan barang.

“Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan telah menandatangani Surat Edaran Nomor: SE.2/AJ.307/DRJD/2018 Tentang Ketentuan Mengenai Bak Muatan Mobil Barang, dalam surat edaran tersebut diatur ketentuan baik untuk kendaraan barang dengan bak tertutup maupun untuk bak terbuka,”

Berdasarkan yang tercantum dalam surat edaran tersebut ketentuan terhadap kendaraan angkutan barang bak tertutup, tinggi maksimal bak muatan tertutup palingtinggi 4.200 milimeter atau 4,2 meter dan tidak boleh lebih dari 1,7 kali lebar kendaraan.

Lebih detail terkait kendaraan barang baik bak terbuka maupun bak tertutup dibedakan menjadi 2 yaitu berdasarkan Jumlah Berat Yang Diperbolehkan (JBB) di atas 3.500 kilogram dan JBB maksimal 3.500 kilogram.

“Untuk kendaraan dengan JBB di atas 3.500 kilogram, lebar bak terbuka harus memenuhi persyaratan, pertama tidak boleh melebihi 50 milimeter atau 0,5 meter dari ban terluar pada sumbu kedua atau ban bagian belakang, kedua lebar bak terbuka tidak boleh melebihi lebar kabin ditambah 50 milimeter sisi kiri dan 50 milimeter sisi kanan untuk kendaraan dengan sumbu belakang ban tunggal,”

Selain itu untuk kendaraan barang dengan JBB di atas 3.500 kilogram juga harus memenuhi syarat jarak antara bagian belakang kabin kendaraan dengan bak muatan paling sedikit 150 milimeter untuk kendaraan sumbu belakang tunggal dan 200 milimeter untuk kendaraan sumbu belakang ganda.

“Dalam hal ini untuk kendaraan barang dengan JBB di atas 3.500 kilogram, dinding terluar bak muatan bagian belakang juga diatur tidak boleh melebihi ujung landasan bagian belakang,”

Lanjutnya, untuk kendaraan dengan JBB maksimal 3.500 kilogram selain panjang, lebar, dan tinggi ukuran bak muatan harus sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan bermotor dan daya angkut, ada beberapa hal yang juga dipersyaratkan seperti jarak antara bagian belakang kabin kendaraan dengan bak muatan paling sedikit 10 milimeter.

“Secara khusus untuk dinding terluar bak terbuka bagian belakang diijinkan melebihi dari ujung landasan bagian belakang maksimal 260 milimeter, akan tetapi untuk lebar bak terbuka tidak boleh lebih dari 50 milimeter dari ban terluar pada sumbu kedua ban bagian belakang dan tidak melebihi lebar kabin ditambah 50 milimeter sisi kiri dan 50 milimeter sisi kanan,”

Pada surat edaran yang ditandatangani Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi pada awal Maret kemarin juga diatur soal ketentuan pemasangan perangkat pelindung (teralis) khususnya pada kendaraan barang bak terbuka dengan JBB maksimal 3.500 kilogram.

“Teralis dipasang pada jendela kabin belakang dari lantai bak muatan sampai menutupi jendela kabin belakang, tinggi teralis maksimal sisi samping kanan dan kiri dibuat lebih tinggi maksimal 150 milimeter dari atap kabin kendaraan, kalau teralis tidak ada ujungnya tinggi sisi samping kanan dan kiri maksimal 50 milimeter dari atap kabin kendaraan,”

Keselamatan Lalu Lintas Adalah Hal Terpenting Dalam Transportasi, “Tiga Tips Keselamatan Berlalu Lintas”

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar (Kadishub) Drs. H. M. Aidil Basith, M.AP memberikan tiga cara menjaga keselamatan berlalu lintas, salah satunya pengendara wajib menjaga jarak aman.

“Mendapatkan sifat safety itu sederhana dan dengan gampang anda bisa lakukan, yang pertama menjaga jarak aman. Kedua mengurangi kecepatan, dengan mengurangi 10 persen kecepatan bisa mengurangi kecelakaan lalu lintas, Ketiga menggunakan helm,” jelas Kadishub.

Selain tiga hal tersebut, Kadishub Banjar menekankan pengemudi harus berkonsentrasi penuh saat berkendara. Pengemudi yang berkendara secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain seperti menggunakan handphone dapat mengganggu konsentrasi.

Peraturan perundang-undangan mengatur secara tegas hal tersebut, pada Pasal 283 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan menyatakan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi, dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 750.000.

Kadishub Banjar menjelaskan dari data yang diperoleh jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai sekitar 25.000 pertahun. Dia juga menuturkan bahwa kecelakaan adalah penyakit terbesar yang menyebabkan kematian, sehingga hal tersebut telah diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009.

“Kecelakaan adalah penyakit terbesar yang menyebabkan kematian. Kecelakaan tersebut telah diatur di UU No 22 Tahun 2009, lalu kami melakukan suatu catatan sebenarnya apa yang harus kita lakukan,” jelasnya.

Kadishub Banjar juga menekankan bahwa sosialisasi keselamatan di lalu lintas ini tidak hanya dilakukan saat lebaran saja. Melainkan harus dijalankan secara terus menerus.

Kadishub Akan Tingkatkan Semua Aspek Keselamatan Berlayar

DISHUB.BANJARKAB.GO.ID –  Pasca kecelakaan tenggelamnya penumpang Kapal perairan Bendungan Riam Kanan yang terjadi Minggu (19/8) lalu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar (Kadishub) Drs. H. M. Aidil Basith, M.AP akan meningkatkan semua aspek pelayaran dengan baik. Hal ini disampaikan usai memberi pengarahan di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, Senin (20/8).

“Dari diskusi yang telah dilakukan ada suatu upaya yang harus kita lakukan dengan detail terkait aspek keselamatan berlayar seperti proses tata laksana dan SOP (Standard Operating Procedure) di demaga, perbaikan fasilitas, pemeriksaan kelaikan Kapal harus dilakukan enam bulan sekali,” jelas Kadishub.

Kadishub mengatakan bahwa hal terpenting yang saat ini ingin ditekankan adalah aspek keselamatan. Kadishub pun menginginkan bidang yang menangani ini dapat segera memperbaiki tata laksana kapal.

“Hal terpenting yang ingin kita tekankan bahwasanya prosedur keselamatan adalah keharusan. Keselamatan adalah yang utama, oleh karenanya kami minta kepada bidang atau seksi yang berwenang untuk memperbaiki tata laksana dari proses pemberian ijin kapal,” ujar Kadishub.

Lebih lanjut Kadishub mengatakan bahwa pemeriksaan kelaikan kapal merupakan unsur yang penting. Di samping itu, pembuatan data manifest diharuskan serta Surat ijin kapal dan juga SIM kapal harus ada pada setiap kapal yang berlayar.

“Pemeriksaan kelaikan kapal itu harus dilakukan setiap 6 bulan sekali dengan kemampuan mendeteksi kemampuan teknis dan kelayakan teknis dengan seksama.”imbuh Kadishub.

Selanjutnya, Kadishub juga akan meningkatkan pendidikan/pengetahuan tentang keselamatan kepada pengelola dan sopir kapal. Hal ini bertujuan agar para pengelola dan sopir kapal penumpang tahu dan mengerti tentang keselamatan kapal yang harus di taati.

Menjaga Keselamatan Transportasi Harus Dilaksanakan Pertama Kali

Seperti dilansir dari halaman website Beritatrans.com, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Transportasi Cris Kuntadi mengemukakan, menjaga keselamatan transportasi harus dilakukan pertama kali.

“Harus ada pelatihan untuk mempersiapkan ketika ada gangguan dan kondisi darurat, akan tetapi dalam menjaga semua unsur harus memprioritaskan keselamatan,” jelas Cris dalam acara seminar nasional di Bandung, Senin (20/8/2018).

Dia juga mengingatkan pentingnya keselamatan dan keamanan bagi pengguna jasa moda transportasi nasional.

Dalam kesempatan itu, Cris menyampaikan tentang 3s +1c (safety, security, services, dan comply harus diterapkan di semua moda transportasi baik darat, laut, kereta api, maupun udara.

Keamanan Bandara, Pelabuhan, Terminal, dan Stasiun serta keamanan penumpang dan keamanan diri sendiri sangat diprioritaskan.

“Terkait service kita harus meningkatkan pelayanan, salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan sarana dan prasarana,” ungkap dia.

Semua harus patuh pada peraturan yang diberikan. Kepatuhan terhadap peraturan tidak boleh ada pengecualian meskipun itu pejabat sekalipun.

Selain menyampaikan 3s+1c Cris juga mengajak kepada semua peserta tamu undangan yang hadir untuk selalu mengikuti peraturan dan peduli terhadap pentingnya keselamatan dan keamanan bagi pengguna jasa moda transportasi nasional sehingga mengurangi tingkat kecelakaan

“Akan tetapi semua itu kembali lagi kepada kehendak Yang Maha Kuasa,” pungkas Cris.